Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al A'raaf:199)
Ayat ini menjadi renungan untukku saat menulis ini. Yah jujur saja aku bukan orang yang pemaaf , ketika aku yang salah pun, tetap saja ada keengganan untuk meminta maaf duluan.Gengsi?hm..mungkin iya mungkin tidak. Apalagi saat kita merasa tidak bersalah, meminta maaf adalah hal yang berat. Saat kita merasa benar atau saat kita dilukai oleh seseorang tentu akan menyisakan sedikit perih pada kalbu.
Namun sadarkah kita luka yang lebih berbahaya adalah luka di hati, luka secara emosional. Luka emosional akhirnya sering menjadi sabotase bagi diri kita untuk membenarkan diri sendiri. Seperti luka fisik, luka emosional juga bisa disembuhkan. Saat kita tertusuk duri, agar jari kita sembuh, satu langkah penting ialah dengan mencabut duri yang ada pada diri kita. Luka tersebut tidak akan sembuh jika kita tidak mencabut durinya terlebih dahulu. Begitu juga dengan luka emosional, hanya akan sembuh jika penyebab lukanya sudah kita cabut, caranya dengan memaafkan orang yang membuat kita luka emosional dan tentu saja melupakan kesalahan tersebut. Seringkali kata maaf yang terucap di bibir tidak disambut baik oleh hati. Di satu sisi memaafkan tetapi saat kita ingat akan cerita yang lalu kita cenderung ngedumel lagi.Maka dari itu memaafkan yang tulus, yang benar-benar memaafkan tanpa syarat. Memaafkan yang seolah-olah orang yang melukai Anda tidak pernah melukai Anda dimasa lampau, bahkan bisa jadi dia adalah orang yang telah berjasa kepada kita karena memberikan peluang bagi kita untuk mendapatkan pahala dari memaafkan dan hikmah dari peristiwa yang bersangkutan.Dan lagi-lagi belajar dari seorang sahabat yang bisa dengan mudah memaafkan seseorang dengan mudah dengan alasan sikap saling ketergantungan antar manusia.”Mungkin saja suatu hari nanti kita membutuhkan pertolongannya, siapa tahu”Kata tsahabatu tadi
Yah di lain hal, dengan memberikan maaf yang sebenar-benarnya maaf dirasa atau tidak hati ini menjadi lebih ringan, lapang dan leluasa. Tidak ada lagi ganjalan sesuatu pun di dalam hati kita yang menghambat pikiran dan tindakan kita. Kita memandang masa depan dengan lebih optimis, karena sesuatu yang kita lihat begitu cerah dan menjanjikan.
PS : postingan ini untuk mengingatkan diri sendiri agar menjadi orang yang pemaaf. Dan lagi-lagi mempersembahkannya untuk orang-orang di sekitar saya yang pemmaf yang selalu memaafkan dan mengingatkan kesalahan-kesalahku.Luv u all

0 komentar:
Posting Komentar