Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

12/30/2014

Berakhir Syahid atau Khusnul Khotimah?

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ..

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. (QS. Al-Imron:185)

Datangnya kematian bagi setiap Makhluk-Nya adalah suatu hal yang pasti, terkadang saya berpikir banyak hal tentang kematian, tentang bagaimana rasanya mati, tentang nasib kehidupan seseorang setelah kematian dan tentang ujung kehidupan saya sendiri apakah berakhir di surga ataukah neraka. Apalagi ketika rehat dari kesibukan dunia lalu diingatkan dengan masa hidup manusia yang terbatas, ah saya benar benar merasa ada di titik terlemah ketika mengingat kematian.

Setiap orang pastilah tidak mau jika pada akhirnya harus menjadi penduduk neraka, lalu bagaimana caranya agar dapat menjemput surga? Jawaban pada umumnya adalah mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sanggupkah?, berat tentu untuk menjemput surga dengan cara seperti itu.Lalu adakah jalan ke surga dengan cara yang mudah?. Saya teringat penduduk Syam yang sedang berjuang melawan rezim zionis, betapa tidak jarangnya kita temukan beberapa dari mereka meninggal dengan tersenyum, melihat surgakah?, irinya saya dengan para syuhada tersebut.

hqdefaultimages (1)images (2)

Menjadi syahid mungkin menjadi salah satu jalan masuk surga, apa iya saya harus ikut berjihad ke bumi Syam untuk menjemput Surga saya? berjuang atas nama agamapun, tidak semudah yang dilihat, lalu harus bagaimana caranya agar mendapatkan gelar syuhada?

Merujuk pada hadits, dari Jabir bin Atik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk Abdullah bin Tsabit, ketika itu beliau sedang pingsan karena sakit. Di tengah-tengah itu, ada orang yang menyinggung masalah mati syahid. Lalu Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang kalian anggap sebagai mati syahid?”

Merekapun menjawab, ‘Orang yang mati di jalan Allah.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan pengarahan,

الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ

Mati syahid ada 7 selain yang terbunuh di jalan Allah: Orang yang mati karena thaun1, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena ada luka parah di dalam perutnya, syahid. Orang yang mati sakit perut, syahid. Orang yang mati terbakar, syahid. Orang yang mati karena tertimpa benda keras, syahid. Dan wanita yang mati, sementara ada janin dalam kandungannya.” (HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan al-Albani).

Setelah membaca hadist itu saya jadi bersyukur tidak bisa berenang, mungkin saya berpeluang untuk menjadi syuhada dengan jalan itu *asal tidak sengaja meninggal menenggelamkan diri aja, mati konyol jadinya. Sebagai seorang perempuan saya pikir ada satu cara untuk bisa menjadi syuhada tanpa berjihad seperti yang disebutkan  di atas,

“………Dan wanita yang mati, sementara ada janin dalam kandungannya”

bagaimana dengan wanita yang meninggal karena melahirkan?

dalam  HR. Ahmad dalam musnadnya 15998, Syaikh Syuaib Al-Arnauth menilai hadis ini: Shahih li Ghairih2, Rasulullah SAW bersabda:

، القتل في سبيل الله عز وجل شهادة ، والطاعون شهادة ، والغرق شهادة ، والبطن شهادة ، والنفساء يجرها ولدها بسرره إلى الجنة

Orang yang mati berjihad di jalan Allah, syahid, orang yang mati karena Tha’un, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena sakit perut, syahid. Dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik oleh anaknya menuju surga dengan tali pusarnya

Ok, mungkin saya harus berdoa mulai dari sekarang agar saya diwafatkan saat sedang melahirkan, agar menjadi syuhada juga Smile. Sebelum itu ada baiknya saya bertanya ke calon suami apakah boleh saya berdoa yang demikian, bukan tanpa pikir panjang, ketika menikah nanti dan berdoa seperti itu, saya tau ada resiko yang harus ditanggung keluarga terlebih lagi suami dan anak-anak, kehilangan sosok istri dan ibu yang menjaga mereka nanti.

Aku : Hubby, aku boleh gak berdoa sesuatu, aku sempet mikir mau berdoa biar meninggal pas aku lagi ngelahirin, khan termasuk syahid meninggalnya, boleh gak Hubby?

Hubby: Gak Boleh, mati itu urusan Allah. Kita g boleh minta meninggal pas ngelahirin, kecuali berdoa semoga meninggalnya khusnul khotimah.

Lalu terdiam setelah membaca sms itu. Ah iya satu hal yang saya lupakan, Hanya Allah yang  berhak menentukan bagaimana takdir seseorang, setiap orang sudah memiliki takdirnya masing-masing,apakah ditakdirkan menjadi syuhada, atau ditakdirkan menjadi yangg lain.  bagaimanapun cara meninggalnya, tak harus menjadi syahuda ketika mengharap surga, berdoalah meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Allah Ta’ala berfirman tentang orang yang diwafatkan dalam keadaan baik dan termasuk orang-orang berbahagia:

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS. An-Nahl: 32).

Lalu bagaimanakah agar meninggal khusnul Khotimah? Berdoa pada Allah agar Allah menurunkan taufik dan rahmatnya pada kita agar disegerakan berbuat baik terlebih ketika  dekat dengan ajal.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله فقيل كيف يستعمله يا رسول الله ؟ قال يوفقه لعمل صالح قبل الموت

“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan mempekerjakannya. Para sahabat bertanya: Bagaimana Allah akan mempekerjakannya?.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah akan memberikan taufik kepadanya untuk beramal shalih sebelum ia meninggal dunia”. (HR. Ahmad (12036) dan Thirmidzi (2142) dan dishohihkan oleh Al-Hakim, Dhiya' Al-Maqdisi, Al-Arna'ut dan Al-Albani).

Mari bersama sama terus berdoa meminta pada-Nya semoga kita menjadi ahli surga diiringi pula dengan berusaha berproses menjadi hamba-Nya yang baik. Wallahu a’lam bisshawab.

1. Wabah penyakit

2. Hadis yang sahihnya kerana diperkuat dengan keterangan lain

Sumber:

http://www.konsultasisyariah.com/wanita-yang-mati-karena-melahirkan-syahid/

http://muslimafiyah.com/meninggal-karena-operasi-caesar-termasuk-syahid-melahirkan-bagi-wanita.html

http://abuutsman.blogspot.com/2013/09/semoga-kita-meninggal-dalam-keadaan_6927.html

9/08/2014

Referensi untuk Menghafal Ayat-Ayat Mutasyabihat


Salah satu kesulitan yang ditemui  dalam proses menghafal Al-Quran Al-Karim adalah menghafalkan ayat-ayat yang memiliki kesamaan atau kemiripan lafadz, sehingga saat menghafal maupun murojaah menyebabkan tertukarnya ayat yang satu dengan ayat yang lain.  Ini juga hal yang saya alami saat  awal belajar menghafal juz 30. Sangat susah rasanya menghafal ayat ayat pendek yang hampir mirip satu sama lain, terlebih lagi ayat tersebut muncul lagi di surat yang lain.

Setelah membaca buku motivasi menghafal Al-Quran  karya  Yahya Abdul Fattah Az-Zawawi (Al-Hafizh) Yang berjudul  "Revolusi Menghafal Al-Qur’an. Cara Menghafal, Kuat Hafalan dan Terjaga Seumur Hidup"(1) 

dimana buku tersebut merupakan buku yang merupakan hasil riset penulisnya mengajar Al-Qur'an selama 40 tahun, saya menjadi tahu bagaimana langkah langkah menghafal Al-Quran, mulai dari apa keutamaan menjadi penghafal Al-Qur'an hingga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh penghafal Qur'an. Di dalam buku ini terdapat satu bab khusus mengenai ayat-ayat mutasyabihat. Ternyata terdapat 2000 ayat dalam Al-Quran yang sama dari segi lafadzhnya (berarti kurang lebih hampir sepertiga dari jumlah ayat Al-Qur'an). Ayat ayat yang mirip dari segi lafadzh tersebut disebut dengan ayat mutasyabihat.

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang... (QS: Az-Zumar-23)

Contoh ayat Mutasyabihat dapat dilihat di contoh ayat mutasyabihat

ayat ayat mutasyabihat sebenarnya memberikan kemudahan bagi penghafal Qur'an karena hampir sepertiga ayat di Al-Qur'an hampir sama dari segi lafadzh, sehingga ayat yang dihafalkan lebih mudah karena berulang-ulang. Namun di sisi lain hal tersebut juga menjadi tantangan bagi penghafal Qura'n saat menyetor ataupun murojaah, karena bisa jadi terjadi kesimpangsiuran atau terhenti untuk mengingat ayat selanjutnya. Untuk memudahkan masalah tersebut yahya Abdul Fattah Az-Zawawi (Al-Hafizh)  menyusun satu buku lagi yang berjudul "Dalil Al-Huffadz fi Mutasyabih Al-Lahfz" yang berisi kumpulan ayat-ayat Mutasyabihat disertai tanda-tandanya. Buku ini diharapkan penulisnya dapat membantu menguatkan hafal ayat-ayat Mutasyabihat. 

Saya sudah berusaha mencari buku ini , karena saya yakin buku ini nantinya sangat berguna bagi proses menghafal saya. Saya mencari di  toko-toko buku online dalam negeri sama seperti sebelumnya saya mencari buku beliau Revolusi Menghafal Al-Qur’an. Tapi saya tidak menemukan sama sekali ada yang menjual buku Dalil Al-Huffadz fi Mutasyabih Al-Lahfz. Ketika mencari versi e booknya barulah saya menemukannya.Hm....saya tau, mungkin buku ini belum diterjemahkan di dalam negeri sehingga memang tidak ada yang menjual buku ini di dalam negeri. Sayangnya, bagi orang awam seperti saya yang sama sekali tidak tahu tentang bahasa Arab buku ini sangat susah dimengerti, e-book yang saya temukan ditulis dengan menggunakan tulisan dan bahasa arab, untuk mempelajarinya saya terpaksa meraba-raba isi dalam buku tersebut. Bahkan untuk mencarinya di google pun tidak ditemukan hasilnya bila ditulis dalam tulisan latin, harus dalam tulisan Arab.  Berikut e -book dapat diunduh di Dalil Al Huffadz Al Mutasyabih Al Lahfz

saya berharap jika ada seseorang yang paham bahasa arab membaca tulisan ini atau penerjemah buku beliau sebelumnya dapat berbaik hati menerjemahkan buku tersebut, sehingga buku tersebut memudahkan menghafal Al-Qur'an.

(1) diterjemahkan dari buku  yang berjudul 'Khairu Mu'in Fi Hifzhi Al Quran Al Karim


3/25/2011

Ya Habibullah…Ya Rasulullah

makam-nabi-muhamamd

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Kisah ini seharusnya dapat membukakan pintu hati kita tentang bagian cinta yang selama ini kita berikan kepada manusia paling agung di bumi ini, pribadi yang selama ini kita sepelekan. Padahal Rasulullah SAW tak pernah sedikitpun berpaling memikirkan umatnya di generasi selanjutnya.Tak Rindukah kau dengannya sedangkan ia  menyanjungmu di depan sahabat-sahabatnya hingga membuat mereka iri?

 

Bacalah…renungilah bagaimana beliau memnaggil namamu di ujung nafasnya.

Bayangkan seolah-olah engkau melihat kematian beliau di hadapanmu.

 

* * * 

Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata-bata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang  siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan  kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba."Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.Manusia tercinta  itu hampir usai menunaikan tugasnya di dunia, Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana  pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang  berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

 

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?"tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya  masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang  ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,  "Siapakah itu wahai anakku?"

"Tak tahulah aku ayah,sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.

"ketahuilah dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.  Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun meledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. 

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. 

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan  kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" 

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril. 

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?" Tanya  Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. 
 

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik,  karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua  siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu." 
 

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan  tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. 
                       

* * * 

Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?

Allahumma  sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi 
                      

1/26/2011

Kala Jodoh Menggoda

muslimah kartun 7

Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil lewat jalan halal ataukah haram, dapatnya segitu juga. Yang beda, rasa berkahnya. Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda, rasa berkahnya. Keduanya bukan tentang apa, berapa, atau siapa; tapi BAGAIMANA Allah memberikannya; diulurkan lembut & mesra, atau dilempar penuh murka?

Maka layakkanlah diri di hadapanNya untuk dianugerahi rizqi & jodoh
dalam serah terima paling sakral, mesra, penuh cinta, berkah, &
makna. Rizqi & jodoh di tangan Allah. Tapi jika tak diambil-ambil, ya di tangan Allah terus ;P Ikhtiyar suci & doa menghiba mendekatlan keduanya. Setiap orang memiliki jodohnya. Jika takdir dunia tak menyatukannya, atau malah melekatkan pada yang tak sejalan; surga kelak mempertemukan.

 

Jodoh Nuh & Luth bukan isteri mereka. Jodoh Asiyah isteri Fir'aun bukanlah suaminya. Maryam ibunda 'Isa pun kelak bertemu jodohnya. Jodoh Abu Lahab itu agaknya Ummu Jamil; sebab mereka kekal hingga neraka. Jodoh Sulaiman agaknya Balqis, bersama mereka mengabdi padaNya ;)

Di QS An Nuur: 26; diri ialah cermin bagi jodoh hati. Yang baik-baik jadilah jodoh yang suci-suci. Yang nista-nista jumpalah yang keji-keji. Tentu makna ayat itu adalah peringatan & kerangka ikhtiyar: cara menjemput jodoh terbaik adalah dengan membaikkan diri di tiap bilang hari. Yang menjemput pasangan dengan menggoda matanya; bersiaplah mendapatkan ia yang tak tahan atas jebak kejelitaan lain.

Tiap masa lalu buram yang tersesal dalam taubat suci; semoga jadi jalan mengantar kita pada kelayakan mendapat jodoh yang terbaik. Jodoh tetap misteri. Syukuri ketidaktahuan itu dengan merencanakan & mengupayakan yang terbaik menuju pernikahan suci di dunia nan fana.

Selanjutnya, tugas besar kita adalah melestarikan perjodohan itu hingga ke surga; meniti rumahtangga, sabar-syukur dalam barakah & ridhaNya. Rumus keberpasangan tak selalu sama; (1) ada dua arus sungai yang bertemu, bergabung mengalir jadi satu. Itu namanya KESAMAAN. Rumus keberpasangan ke (2), ada jua
panas menggelegak bertemu dingin membekukan; menjadi hangat yang syahdu. Itu KESEIMBANGAN. Rumus keberpasangan ke (3), adalah lautan yang teduh nan berjumpa angin berderu; menjadi badai yang dahsyat. Itu PERPADUAN.

Berharap akan sosok boleh saja; tapi jika Allah pilihkan yang lebih
baik, lebih kaya, lebih rupawan darinya dampingi kita, jangan menolak ;)
Nabi anjurkan nazhar; melihat calon pasangan sebelum nikah. Tentu untuk
temukan hal nan menarik, bukan cacat-cela. Tajamkan mata batin kita. Dalam hidup bersama di ikatan suci nan kita ikrarkan bersama 'jodoh' kita, hijrahkan cinta dari kata benda menjadi kata kerja, kalimat amal. Di titian hari-hari setelah akad suci; hijrahkan rasa dari jatuh cinta
menjadi bangun cinta; pastikan jadi megah istana, tinggi gapai surga.
Isteri & suami sejatinya tak saling memiliki. Kita hanya saling
dititipi. Maka salinglah menjaga dalam menggenapkan agama,
mentaatiNya...
 

copas from: kultwit @salimafillah

 

Hayo…coba semuanya direnungi baik-baik….Winking smile

12/12/2010

Surat dari iblis untukmu

Kafir
Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktivitas harianmu. Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu. Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ke tempat tidurmu. Kau benar-benar orang yang bersyukur, Aku menyukainya.

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu. Hai Bodoh, Kamu millikku.  Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,  dan aku masih belum bisa benar-benar mencintaimu.

Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu  sepanjang masa untuk membalaskannya.

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan Dia
masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu  seperti neraka. Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH.  Aku benar-benar berterima kasih padamu, karena aku sudah menunjukkan Kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa-masa yang kita jalani.

Kita memaki orang bersama, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang- kenyangya,  bergosip,manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak menghargai masjid, berperilaku buruk. Tentunya kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja. Ayolah hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.

Aku masih memiliki rencana-rencana hangat untuk kita.  Ini hanya merupakan surat penghargaanku untukmu. Aku ingin mengucapkan 'TERIMA KASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu. Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa. Dosa sudah mulai  mewarnai hidupmu.

Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa. Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah seegois mungkin.  Lakukan semua ini di depan anak-anak dan mereka akan menirunya.  Begitulah anak-anak.

Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk meng godamu lagi. 
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa- dosamu.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingatkan orang bukan tabiatku, tapi di usiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh. Jangan salah sangka, aku masih tetap  membencimu. Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik di mata ALLAH

Sumber: Folder SKIDAllas, pas buka-buka nemuin artikel ini.Smoga mengingatkan kita bahwa syaitan akan selalu menggoda umat-Nya yang beriman

Mushafku tercinta

Dina000_1

setelah masuk tahun ajaran baru LBQ dan tepat kemaren pertemuan pertamanya, lagi-lagi harus kembali bermuhasabbah dan istighfar. Nyesel banget karena g ikut orientasi, ya kemaren ustadzahku review sedikit tentang orientasi tahun ajaran baru LBQ,ternyata banyak ilmu yang terlewatkan. Pas orientasi ada kajian tentang indah-nya Al-Quran yang isinya ngasih motivasi ke seluruh mahasiswa agar tetep semangat belajar qur’an.

Alhamdulilllah, kajian kemaren berbuah suatu kesepakatan di kelas, dan insyaaLlah aku akan berusaha menjalankan dengan baikDisappointed smile. Terinspirasi dari para sahabhiyah Rasulullah yang bisa khatam Al-Quran dalam hitungan hari, di kelasku buat kesepakatan ngatur jadwal tilawah (sehari minimal setengah juz).Waah…semoga segala aktivitas tidak menjadi halangan untuk tetap mencintai Al-Quran. Semangat…

 

o

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa  (QS.Al-Baqarah:2)

12/09/2010

Allah sayang kamu…

لَا یُكَلِّفُ اللَّھُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَھَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al-Baqarah: 286).

palestina (1)

TRIBUTE  TO : semua saudaraku sesama muslim yang masih berjuang melawan kekafiran Sleepy smile, always pray for them.

BAGIMU APA YANG TELAH KAU USAHAKAN

Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimuapa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Baqarah:134)
100_1170

Maafkanlah dan Lupakanlah

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al A'raaf:199)

Ayat ini menjadi renungan untukku saat  menulis ini. Yah jujur saja aku bukan orang yang pemaaf , ketika aku yang salah pun,  tetap saja ada keengganan untuk meminta maaf duluan.Gengsi?hm..mungkin iya mungkin tidak. Apalagi saat kita merasa tidak bersalah, meminta maaf adalah hal yang berat. Saat kita merasa benar atau saat kita dilukai oleh seseorang tentu akan menyisakan sedikit perih pada kalbu.

Namun sadarkah kita luka yang lebih berbahaya adalah luka di hati, luka secara emosional. Luka emosional akhirnya sering menjadi sabotase bagi diri kita untuk membenarkan diri sendiri. Seperti luka fisik, luka emosional juga bisa disembuhkan. Saat kita tertusuk duri, agar jari kita sembuh, satu langkah penting ialah dengan mencabut duri yang ada pada diri kita. Luka tersebut tidak akan sembuh jika kita tidak mencabut durinya terlebih dahulu. Begitu juga dengan luka emosional, hanya akan sembuh jika penyebab lukanya sudah kita cabut, caranya dengan memaafkan orang yang membuat kita luka emosional dan tentu saja melupakan kesalahan tersebut. Seringkali kata maaf yang terucap di bibir tidak disambut baik oleh hati. Di satu sisi memaafkan tetapi saat kita ingat akan cerita yang lalu kita cenderung ngedumel lagi.Maka dari itu memaafkan yang tulus, yang benar-benar memaafkan tanpa syarat. Memaafkan yang seolah-olah orang yang melukai Anda tidak pernah melukai Anda dimasa lampau, bahkan bisa jadi dia adalah orang yang telah berjasa kepada kita karena memberikan peluang bagi kita untuk mendapatkan pahala dari memaafkan dan hikmah dari peristiwa yang bersangkutan.Dan lagi-lagi belajar dari seorang sahabat yang bisa dengan mudah memaafkan seseorang dengan mudah dengan alasan sikap saling ketergantungan antar manusia.”Mungkin saja suatu hari nanti kita membutuhkan pertolongannya, siapa tahu”Kata tsahabatu tadi

Yah di lain hal, dengan memberikan maaf yang sebenar-benarnya maaf dirasa atau tidak hati ini menjadi lebih ringan, lapang dan leluasa. Tidak ada lagi ganjalan sesuatu pun di dalam hati kita yang menghambat pikiran dan tindakan kita. Kita memandang masa depan dengan lebih optimis, karena sesuatu yang kita lihat begitu cerah dan menjanjikan.

PS : postingan ini untuk mengingatkan diri sendiri agar menjadi orang yang pemaaf.  Dan lagi-lagi mempersembahkannya untuk orang-orang di sekitar saya yang pemmaf yang selalu memaafkan dan mengingatkan kesalahan-kesalahku.Luv u allheart 

12/06/2010

Bidadari Surga :Su’airah

Su’airah,  Wanita Penghuni Surga

Dia adalah seorang shahabiyyat bernama Su’airah al-Asadiyyah atau yang dikenal dengan Ummu Zufar radhiyallohu’anha. Walau para ahli sejarah tak menulis perjalanan kehidupannya secara rinci, karena hampir semua kitab-kitab sejarah hanya mencantumkan sebuah hadits dalam biografinya, namun dengan keterangan yang sedikit itu kita dapat memetik banyak faedah, pelajaran, serta teladan yang agung dari wanita shalihah ini.

Su’airah al-Asadiyyah berasal dari Habsyah atau yang dikenal sekarang ini dengan Ethiopia. Seorang wanita yang berkulit hitam, yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan penuh ketulusan. Ia adalah perumpamaan cahaya dan bukti nyata dalam kesabaran, keyakinan dan keridhaan terhadap apa yang telah ditakdirkan Allah, Rabb Pencipta Alam semesta ini. Dia adalah wanita yang datang dan berbicara langsung dengan pemimpin orang-orang yang ditimpa musibah dan imam bagi orang-orang yang sabar, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Dialog mereka berdua telah dimaktub dan dinukilkan di dalam kitab sunnah yang mulia. Telah diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab shahihnya dengan sanadnya dari ‘Atha’ bin Abi Rabah ia berkata, Ibnu Abbas berkata kepadaku, “Inginkah engkau aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku pun menjawab, “Tentu saja.”

Ia berkata, ”Wanita berkulit hitam ini (orangnya). Ia telah datang menemui Nabi shallallahu’alaihi wasallam lalu berkata:

“Sesungguhnya aku berpenyakit ayan (epilepsi), yang bila kambuh maka tanpa disadari auratku terbuka. Do’akanlah supaya aku sembuh.” Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Jika engkau kuat bersabar, engkau akan memperoleh surga. Namun jika engkau ingin, aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu.”

Maka ia berkata:”Aku akan bersabar.” Kemudian ia berkata:”Sesungguhnya aku (bila kambuh maka tanpa disadari auratku) terbuka, maka mintakanlah kepada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Maka Beliau shallallahu ’alaihi wasallam pun mendo’akannya. (HR Al-Bukhari 5652)

Perhatikanlah … betapa tingginya keimanan wanita ini. Ia berusaha menjaga hak-hak Allah dalam dirinya. Tak lupa pula mempelajari ilmu agama-Nya. Meski ditimpa penyakit, ia tidak putus asa akan rahmat Allah dan bersabar terhadap musibah yang menimpanya. Sebab ia mengetahui itu adalah sesuatu yang diwajibkan oleh Allah. Bahwasanya tak ada suatu musibah apapun yang diberikan kepada seorang mukmin yang sabar kecuali akan menjadi timbangan kebaikan baginya pada hari kiamat nanti.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan diberi pahala tanpa batas.” (QS Az-Zumar :10)

Di dalam musibah atau cobaan yang diberikan Allah kepada manusia terkandung hikmah yang agung, yang dengannya Allah ingin membersihkan hambanya dari dosa. Dengan keyakinan itulah Su’airah lebih mengutamakan akhirat daripada dunia, kerana apa yang ada disisi Allah lebih baik dan kekal. Dan Ketika diberikan pilihan kepadanya antara surga dan kesembuhan, maka ia lebih memilih surga yang abadi. Akan tetapi di samping itu, ia meminta kepada Rasululloh shallallahu ’alaihi wasallam untuk mendoakan agar auratnya tidak terbuka bila penyakitnya kambuh, karena ia adalah waniya yang telah terdidik dalam madrasah ‘iffah (penjagaan diri) dan kesucian, hasil didikan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, dan menjaga hak Allah yang telah memerintahkan wanita muslimah untuk menjaga kehormatan dirinya dengan menutup aurat. Allah subhanahu wa ta’alla berfirman:

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (Qs An-Nur: 31)

Su’airah telah memberikan pelajaran penting bagi para wanita yang membuka auratnya, bahwa hendaknya mereka bersyukur kepada Allah ta’alla atas nikmat kesehatan yang telah dilimpahkan kepada mereka. Berpegang dengan hijab yang syar’i adalah jalan satu-satunya untuk menuju kemuliaan dan kemenangan hakiki, karena ia adalah mahkota kehormatannya. Dalam permintaannya, Su’airah hanya meminta agar penyakit yang membuatnya kehilangan kesadarannya itu tidak menjadi sebab terbukanya auratnya, padahal dalam keadaan itu pena telah diangkat darinya! Akan tetapi, ia tetap berpegang dengan hijab dan rasa malunya!

Betapa jauhnya perbandingan antara wanita yang pemalu dan penyabar ini dengan mereka yang telanjang yang tampil dilayar-layar kaca dan terpampang di koran dan majalah-majalah. Tak perlu kita mengambil contoh terlalu jauh sampai ke negara-negara barat sana. Cukuplah kita perhatikan di negara kita tercinta ini saja, banyak kita temukan wanita-wanita telanjang berlalu lalang dengan santainya di setiap lorong dan sudut kota, bahkan di kampung-kampung tanpa rasa malu sedikitpun. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam telah sebutkan perihal mereka ini dengan sabdanya:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“ Ada dua golongan penduduk neraka yang aku belum pernah melihat mereka: satu kaum yang memiliki cemeti seperti ekor sapi dimana mereka memecut manusia dengannya, dan kaum wanita yang berpakaian akan tetapi telanjang, genit dan menggoda, (rambut) kepala mereka seperti punuk onta yang miring. Sungguh mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapati baunya, padahal bau surga bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian (jauhnya).” (HR Muslim 5704)

Mereka tak ubahnya seperti binatang yang kemana-mana tak berpakaian karena mereka memang tidak berakal! Keluarnya mereka telah merusak pandangan orang-orang yang berakal. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam juga bersabda tentang mereka:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَان

“Seorang wanita itu (seluruhnya) aurat. Apabila ia keluar (rumah) maka setan akan membuat mereka nampak indah di hadapan orang-orang yang memandanginya.” (HR Tirmidzi 1206, dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’ no 6690)

Dan sungguh semua itu bertolak belakang dengan fitrah manusia. Allah ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩)

“ Sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah). Dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Qs Al A’raf :179)

Demikianlah sosok Su’airah al-Asadiyyah radhiyallahu’anha, wanita yang dipuji Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam akan kesabaran dan ‘iffah (penjagaan diri)nya. Semoga pelajaran agung yang telah diwariskannya dapat menjadi acuan bagi wanita muslimah menuju keridhaan Allah subhanahu wa ta’alla, dan menjadikan kita penghuni surga sebagaimana Su’airah, Aamiin.

***
Dikutip dari majalah Mawaddah Edisi 7 tahun ke-3

132Share

The next Yusuf and Muhammad

Muhammad SAW dan Yusuf as. Dua laki-laki yang memiliki karakteristik yang unik. Unik karena bukan hanya ketampanan mereka yang termasyhur.Tetapi lebih karena akhlak mereka.Ada suatu pernyataan yang pernah saya dengar dari teman SMA saya(Tentu saja dia mengutip pernyataan seseorang juga) , dia berkata jika ketampanan seluruh pria di dunia ini(dari generasi ayahanda adam as. hingga manusia paling akhir) divisualisasikan dalam prosentase, maka nabi yusuf as. memiliki prosentase ketampanan 50%, disusul nabi Muhammad 25%, dan 25% lainnya merupakan prosentase yang dibagi Allah pada seluruh pria yang pernah hidup di dunia.

Subhanallah...,jika hal itu benar dapatkah anda membayangkan ketampanan beliau berdua?, lebih tampan dari pria yang anda kagumi sekarang, lebih baik parasnya dari aktor yang anda puja sekalipun. Tidak hanya itu beliau berdua dikarunia Allah berbagai mukjizat sebagai utusan Allah, serta berbagai kelebihan lainnya.Akhlak beliau berdua tentu saja tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.Dua utusan Allah yang bisa anda teladani akhlaknya dari kisah-kisahnya yang terukir dalam mushaf Al-Quran tercinta.Intelektualitas mereka yang teruji dalam perjalanan hidup beliau, nabi Yusuf as pernah duduk dalam kursi pemerintahan negara mesir sebagai bendaharawan(lagi-lagi kita harus menggunakan Al Quran tercinta sebagai salah satu referensi terbaik yang tidak perlu lagi diragukan kebenarannya)

“Dan Raja berkata “bawalah dia Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia(sebagai orang yang dekat) kepadaku”, Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, dia(raja) berkata “Sesungguhnya kamu mulai hari ini menjadi seseorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan dipercaya”.Dia (Yusuf) berkata,” Jadikanlah aku bendaharawan negeri( mesir ), karena sesungguhnya aku adalah seseorang yang pandai menjaga dan berpengetahuan”.(QS.Yusuf 54-55)

Bukan suatu perkara yang mudah untuk menjadi seorang pengendali keuangan di Mesir, tetapi kejujuran dan keahlian beliau telah menghantarkan kesuksesan karir beliau.Rasulullah sendiri sebagaimana riwayatnya diceritakan sepanjang masa oleh rakyat jelata hingga para cendikiawan, diberikan bekal ilmu berdagang hingga ilmu politik, selamilah bagaimana beliau membangun kesuksesan dari bawah, dari masa beliau remaja dimana beliau telah ikut berdagang bersama pamannya ke negeri syam hingga kelihaian beliau membangun sebuah peradaban islam pada zamannya, memperluas kekuasaan islam ke berbagai negara.

Yusuf dan Muhammad, dua orang pria yang saya kagumi, karena akhlaknya, kecerdasaannya, serta keimanannya yang mendekati sempurna.Sungguh Allah benar-benar memilih utusannya di antara orang-orang yang beriman.

Satu poin lagi yang saya kagumi dari kedua sosok tersebut, bagaimana bisa mereka bisa tetap berpendirian teguh saat Allah memberi ujian yang begitu berat. Ya, yang saya bicarakan di sini adalah paras beliau berdua yang terkenal sangat tampan,menurut saya di zaman sekarang, ketampanan/kecantikan lebih merupakan sebuah ujian bukan sebuah karunia. Sebuah realita yang biasa bahwa ketampanan/ kecantikan yang kita miliki disalah gunakan oleh banyak orang.Hitunglah berapa banyak para wanita yang dianugrahi kecantikan masih dengan bangga memperlihatkan aurat mereka.Dan bagaimana banyak para pria tampan mempermainkan hati wanita satu ke wanita yang lain, sehingga mereka diberi julukan “buaya darat”.

Sungguh saya berdecak kagum bahwa Yusuf dan Muhammad masih tetap menjaga sisi spiritualisme ditengah ujian yang mereka hadapi.Tengoklah kisah cinta Beliau Berdua, Nabi Yusuf dengan sifat sabarnya dapat menahan diri dari Zulaikhah yang merupakan istri majikannya, hingga di suatu saat Allah mempersatukan mereka berdua dalam ikatan suci. Sementara Rasulullah dengan keteguhannya memilih untuk memperistri beberapa orang wanita dan dengan rasa adilnya beliau dapat membagi rata rasa cintanya kepada istri-istrinya( salah satu masalah yang sampai sekarang masih disoroti dalam tema poligami “dapatkah seorang pria berpoligami dengan pembagian cinta seadil nabi?”)

Subhanallah...sungguh Allah telah menciptakan seluruh makhluk-Nya untuk dapat kita ambil hikmahnya.Smoga dari uraian di atas kita dapat mengambil teladan dari beliau berdua, terlebih menjadi the next Yusuf dan Muhammad...dunia menunggu penerus mereka.

12/05/2010

LUASNYA ILMU ALLAH TIDAK TERHINGGA

DSC00058

"Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami mendatangkan tambahan sebanyak itu pula."(Al Kahf-109)

Maka sesungguhnya ilmu itu tidak hanya bisa didapatkan di bangku pendidikan formal. Cobalah tafakkuri hal-hal di sekitarmu saat berada di suatu tempat. Kemudian kembangkanlah rasa ingin tahumu, berpikirlah dengan kejernihan hati dan otakmu. InsyaAllah, akan ada hal yang bisa engkau dapat dari luasnya ilmu Allah.

Seperti kisah Isaac Newton berikut ini, terbukti dengan tafakkur alam .  beliau berhasil mengungkap salah satu ilmu Allah yang tersimpan

Isaac Newton   adalah ilmuwan terkemuka asal Inggris. Teori gravitasinya yang terkenal seringkali dikaitkan dengan “the falling apple”, yakni kisah buah apel yang jatuh menimpa kepalanya. Konon kabarnya, peristiwa inilah yang mengilhami hukum gravitasi itu. Menurut kisah yang dianggap legenda oleh sebagian orang ini, suatu ketika Newton sedang membaca buku sembari duduk di bawah pohon apel. Tanpa diduga, buah apel jatuh dari pohon dan mengenai kepalanya. Ia pun bertanya pada diri sendiri.Newton mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu kekuatan yang menarik apel tersebut jatuh kebawah, dan kekuatan itu yang kita kenal sekarang dengan nama gravitasi.