Tampilkan postingan dengan label statistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label statistik. Tampilkan semua postingan

11/03/2012

Saya calon PNS, dan saya bangga

wonderfull event, satu lagi acara yang keren yang diadakan oleh mahasiswa STIS, kali ini saya akan membagi oleh-oleh dari acara seminar KOPMA 2012 yang bertemakan PNS preunership (Profesional n Skilled preunership). Acara ini bener-bener ngubah mindset saya yang underestimate banget sama profesi yang namanya PNS.

saya calon PNS, tapi toh saya gak bangga sama profesi masa depan saya. apa sih yang bisa dibanggakan dari PNS? awalnya saya berpikir apa sih yang spesial dari profesi PNS? nothing khan y?, ya cuman  karena embel-embel PNS aja yang tiap bulan kerja gak kerja digaji negara, asuransi kesehatan terjamin, hari tua terjamin karena ada dana pensiun, itu aja sih yang biasanya dibesar-besarkan banyak orang kalo ngomongin PNS, selebihnya g ada yang special. termasuk gaji bulanan yang diterima PNS( ini sebelum ada renumerasi lho y, g tau lagi deh setelah renumerasi), gaji PNS itu pas-pasan, gak usah deh punya cita-cita jadi PNS kalo niat jadi orang kaya mending jadi pengusaha aja. PNS itu cuman menjamin hidup kamu di level cukup  sejahtera gak di level sangat sejahtera.tapi semua berubah setelah saya ikut seminar kopma.seminar kopma kali ini dikemas dalam acara talkshow dengan pembicara Dr. Rizal Edwin Manansang AK,M.Sc(nama bekennya edwin ‘trio libels’) dan Ir. Hardius Usman, M.Si. keduanya sama-sama PNS special.

Edwin Manansang selama talkshow menceritakan bagaimana perjuangannya nyeimbangin dunia kePNSaanya dan dunia keartisannya dari mulai cerita awal beliau milih sekolah kedinasan(alasannya karena beliau  ingin hidup  mandiri tanpa tergantung dengan biaya dari orang tua, saat itu mahasiswa STAN masih menerima  uang gaji bulanan ), perjuangannya menyeimbangkan kegiatan akademiknya dan dunia keartisannya, memange waktu antara profesi PNS dan pekerjaan di luar PNS sampai statement beliau tentang bagaimana bangganya beliau dengan profesi PNSnya sekarang sampai dia gak mau melepas profesi PNSnya untuk ffokus ke dunia keartisan. the message i’ve got from him adalah bersyukur, lakukan yang terbaik dan bersungguh-sungguh. beliau bangga dengan profesi PNSnya karena menurut beliau itu adalah sebuah cara untuk mengabdi pada bangsa dan negara, dan dengan profesi PNSnya sekarang dia punya peluang-peluang yang tak terduga, seperti bisa ngambil sekolah master di USA, dan mengunjungi semua benua di luar negeri.

lain lagi sama dosen STIS Hardius Usman, disela-sela kesibukannya menjadi dosen, ternyata beliau adalah penulis aktif artikel, jurnal, publikasi, buku akademik, bahkan rencanya beliau akan menerbitkan novel tentang pengalamannya berkeliling dunia.And what the message i’ve got from him adalah gantungkan mimpimu setinggi-tingginya, kemudian bangun lah dari mimpi itu, lalu  mulailah untuk mewujudkan mimpi itu. jangan pernah mencoba untuk tidur lagi, karena ketika  kita tidur, mimpi hanyalah sebuah mimpi takkan pernah menjadi nyata. Seimbangkan hal-hal yang serius yang kita kerjakan  dengan hal-hal yang kita senangi. dan jangan pernah merasa tertekan dengan aktivitas yang kita lakukan.

Dan saya mulai berpikir, saya kan jadi PNS super seperti mereka berdua, at least buat diri saya sendiri lah, jadi PNS itu pekerjaan yang mulia kok, kita ikut berkontribusi untuk membangun bangsa. Sebagai pegawai pemerintah yang berada di tengah masyarakat kita bisa berinteraksi langsung dan mengamati apa yang terjadi di masyarakat, sehingga nanti sebagai PNS kita bisa take action membantu masyarakat dengan cara merumuskan kebijakan agar kehidupan masyarakat lebih sejahtera.

saya bangga saya adalah PNS abdi bangsa dan negara. Saya g akan jadi PNS biasa, tapi PNS yang luar biasa.

1/20/2012

PMB-STIS

stis

Buat adek-adek yang sekarang udah kelas tiga, ada salah satu perguruan tinggi (PTK) kedinasan yang saya rekomendasikan nih.

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

merupakan perguruan tinggi kedinasan program D-IV, yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Di sana nantinya kalian akan belajar semua hal tentang applied statistic khususnya tupoksi BPS itu sendiri. STIS menyelenggarakan program Diploma IV (D-IV) yang diterapkan dengan sistem paket yang dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS) dan ditempuh selama 4 tahun. STIS memiliki 2 jurusan, yaitu Statistika dan Komputasi Statistik, di mana jurusan Statistika terbagi menjadi 2 bidang peminatan, yaitu Statistika Ekonomi dan Statistika Sosial Kependudukan.

Nah, sekarang kita akan membahas kenapa kamu harus pilih STIS dan apa kenggulan PTK yang satu ini.

1. Selama masa studi, mahasiswa tidak dikenakan biaya pendidikan dan mendapat Tunjangan Ikatan Dinas (TID). yang ini sih wajar, karena pada umumnya PTK tidak mengenakan biaya pendidikan pada mahasiswanya. namun tidak semua PTK memberi tunjangan ikatan dinas. Di STIS sendiri TID yang diterima mahasiswanya sebesar Rp 850.000 per bulan

2.Lulusan STIS mendapat sebutan Sarjana Sains Terapan (S.S.T.) dan langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III/a untuk selanjutnya ditempatkan di unit kerja BPS di seluruh Indonesia sampai dengan tingkat kabupaten/kota. Ini yang perlu diperhatikan untuk adek-adek yang ingin mendaftar ke PTK. perhatikan bahwa tidak semua PTK merekrut lulusannya untuk bekerja di instansi terkait. Padahal secara umum peminat PTK berharap nantinya ia akan menjadi PNS. Soal gaji PNS BPS, sekarang ini BPS sendiri dalam proses melakukan renumerasi yang berarti gaji per bulan cukup menjanjikan.

3.Ahli Statistik di Indonesia masih kurang sedangkan  kebutuhan negara akan profesi ini masih sangat besar.mungkin istilahnya lulusan STIS nantinya akan menjadi tulang punggung kegiatan perstatistikan nasional baik di pusat maupun di daerah. Umumnya mereka  menjadi rujukan pejabat daerah ataupun provinsi dalam merumuskan suatu kebijakan.

Nah untuk bisa menjadi bagian STIS, STIS membuka jalur pendaftaran PMDK dan PMB-STIS. Pendaftaran PMDK hanya diperuntukkan untuk daerah-daerah terpencil di Indonesia, contonya kepulauan Natuna. Sedangkan jalur PMB dilakukan serentak di seluruh Indonesia melalui BPS provinsi masing-masing

Jenis Ujian PMB-STIS

  1. Ujian tahap I: Matematika, Bahasa Inggris, dan Pengetahuan Umum
  2. Ujian tahap II: Psikotest dan Wawancara
  3. Tes kesehatan

Jadi nih untuk adek-adek yang berminat dengan tantangan(karena memang kuliah di STIS itu gak flat, semakin ke naik, tantangannya semakin seruNerd smile ) dan yang tertarik pada ilmu yang berhubungan dengan matematik serta ingin membahagiakan orang tua, agama, nusa dan bangsa Thumbs up, boleh dicoba PTK yang satu ini.

Jaya PTK!!

Info pendaftaran klik link di samping ya>>>>STIS

6/09/2011

A CUP OF TEA AND THE STATICIAN (PROLOG)

Apa yang terfikir di benakmu ketika mendengar kata statistisi? tak ada hal apa-apa di dalam otakku dulu ketika memilih menaruh cita-citaku pada profesi itu. Yang kutahu, statististika adalah saudara dekat matematika, karena di kampusku yang dulu kedua jurusan itu bersebelahan, tak hanya itu, kami berbagi ruang kelas yang sama lebih tepatnya.

Benar-benar kosong dalam pikiranku, yang kupikirkan hanya kuliah yang dijamin kerja (setelah itu title PNS akan pekerjaanku, profesi yang paling aman di negara ini bagi orang awam adalah PNS, kerja, digaji pemerintah, setelah resign mendapat dana pensiun, selesai. Tak perlu pontang-panting membuat CV yang terlihat OK untuk melamar kerja), uang ikatan dinas perbulan (Ayeiy…aku punya pemasukan bulanan sendiri, paling tidak bisa belajar untuk mengatur keuangan dan tak selalu bergantung pada orang tua), dan impian sekolah di luar kota yang selama ini selalu kuucapkan pada Allah ketika berdoa (Thanks Allah…dreamz comes true) and..once more dapat izin pake jilbab (Hei ini perjuangan saudara, sepertinya pengorbanan batin dan fisik selama tiga tahun terjawab dalam waktu yang tepat, next story janji akan bahas cerita ini lebih detil) the last terbebas dari jurusan matematika.

Now?, ternyata  untuk mendapatkan hal yang indah memang harus berjuang keras. Untuk bisa mendapat fasilitas ala PNS ternyata pembentukannya telah menyita segala aspek, dan yang paling kerasa adalah batin.

Pernah banget ngerasa salah jurusan setelah dua semester kuliah, apaan sih ini?, pikirku. Harus paham hal-hal yang mungkin tak masuk akal seperti menguraikan rumus varian yang sudah diturunkan atau menghafal konsep-konsep yang sudah baku.  Fatalnya lagi berakibat stress berkepanjangan dan menyesali keputusan pindah kampus. Apapun itu kalo ditelusuri baik-baik banyak hal yang luar biasa mengelilingi kepahitan tersebut. Cheer up and..sruupuuut, biarkan teh  panas yang ada di hadapanmu itu menjadi hangat secara perlahan, jangan tergesagesa dinikmati. Rasakan aroma tehnya sampai mempengaruhi otakmu untuk menstimulasi endorfin. Baru cicipi sedikit demi sedikit rasa khas tehnya.

1/17/2011

Uji Duncan untuk rancangan acak kelompok/Randomized Block Design

Uji Duncan adalah uji lanjutan untuk mengetahui nilai tengah mana saja yang sama dan nilai tengah mana saja yang tidak sama ketika pengujian kehomogenan beberapa nilai tengah memberikan hasil menolak hipotesis nol dan menerima hipotesis alternatif.

Langkah-Langkah Uji duncan untuk rancangan acak kelompok :

1. Urutkan nilai tengah berdasarkan yang terbesar hingga yang terkecil (atau sebaliknya)

2. Bandingkan nilai tengah yang berdekatan dari ujung (boleh dari ujung kiri maupun ujung kanan)

3. Hitung rentangan terstudentkan nyata terkecil(nilai signifikansi) yang dilambangkan dengan Rp,dimana :

clip_image002 Untuk p=2,3,......a (banyaknya treatment)

f = derajad bebas Error

clip_image004 =clip_image006 , b= banyaknya blok

clip_image008 dapat dilihat dari tabel duncan

4. Kemudian bandingkan selisih dua nilai tengah dengan nilai signifikansi duncan jika selisih dua nilai tengah > nilai signifikansi maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa nilai tengah berbeda secara nyata. Yang berarti pula perbandingan nilai tengah yang pertama dengan nilai tengah yang lain juga berbeda secara nyata. Namun jika selisih dua nilai tengah < nilai signifikansi maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa nilai tidak berbeda secara nyata, nilai tengah pertama harus dibandingkan dengan nilai tengah yang lainnya hingga selisih dua nilai tengah > nilai signifikansi.

Untuk Lebih jelas, mari kita aplikasikan dalam contoh soal berikut ini:

data berikut ini yang merupakan data hasil pengamatan pengaruh pemupukan P2O5 terhadap bobot polong isi (gram) kedelai varitas S1,S2 dan S3. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak kelompok dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan P2O5 terhadap bobot polong isi kedelai. Data hasil pengamatan adalah sebagai berikut :

B1

Tentukan niali tengah treatment yang mana saja yang berbeda signifikan menggunakan uji duncan dengan taraf nyata 0,05

Hasil analisis ragam anova dari data di atas ditampilkan dalam tabel berikut ini:

B2

Hasil F hitung treatment menunjukkan bahwa H0 ditolak dan menerima hipotesis alternatif yang berarti paling tidak ada satu pasang nnilai tengah yang tidak sama atau berbeda signifikan.

Kemudian kita memulai menggunakan uji duncan, untuk mengetahui nilai tengah mana saja yang verbeda secara signifikan

1. Urutkan nilai tengah berdasarkan yang terbesar hingga yang terkecil (atau sebaliknya)

B3

2. Hitung rentangan terstudentkan nyata terkecil(nilai signifikansi) yang dilambangkan dengan Rp, untuk menghitung Rp diperlukan nilai clip_image002[4] yang dapat dilihat dari tabel duncan test dengan α= 0,05, p=6 (banyaknya nilai tengah-1), dan f = 12(derajad bebas error)

Dari tabel Duncan diperoleh:

B4

Hitung nilai Rp, menggunakan formula:

clip_image002[6] clip_image004[4] misalnya untuk p=2, clip_image006[4] clip_image004[5] =clip_image008[4] clip_image010 = 6,88 ( Untuk p yang lain dihitung menggunakan cara yang sama).

Dari keseluruhan Rp diperoleh:

B6

3. Kemudian bandingkan selisih dua nilai tengah dengan nilai signifikansi duncan.

Dalam contoh ini kita bandingkan nilai tengah yang telah diurutkan dari sebelah kiri.

Selisih nilai tengah pertama dan kedua= I17.33-21I =3,67. Karena selisih<R2 (3,67<6,88), maka dapat disimpulkan nilai tengah pertama dan kedua tidak berbeda secara signifikan. Karena hal itu, lanjutkan membandingkan nilai tengah pertama dan ketiga, Selisih nilai tengah pertama dan ketiga= I17.33-22,67I =5,34. Karena selisih<R3 (5,34<7,22), maka dapat disimpulkan nilai tengah pertama dan ketiga tidak berbeda secara signifikan.Ulangi langkah di atas dengan membandingkan nilai tengah pertama dan keempat. Selisih nilai tengah pertama dan keempat= I17.33-26I =8,67. Karena selisih>R4 (8,67<7,44), maka dapat disimpulkan nilai tengah pertama dan keempat berbeda secara signifikan. Hal itu berlaku pula dengan nilai tengah kelima, keenam, dan ketujuh. Ketiganya berbeda secara signifikan dengan nilai tengah pertama.

Selanjutnya membandingkan nilai tengah kedua dengan nilai tengah yang lain. Bandingkan nilai tengah kedua dan ketiga. Selisih nilai tengah kedua dan ketiga= I21-22,67I =1,67. Karena selisih<R2 (1,67<6,88), maka dapat disimpulkan nilai tengah kedua dan ketiga tidak berbeda secara signifikan. lanjutkan membandingkan nilai tengah kedua dan keempat, Selisih nilai tengah kedua dan keempat= I21-26I =5. Karena selisih<R3 (5<7,22), maka dapat disimpulkan nilai tengah kedua dan keempat tidak berbeda secara signifikan. Ulangi langkah di atas dengan membandingkan nilai tengah kedua dan kelima. Selisih nilai tengah kedua dan kelima= I21-30,67I =9,67. Karena selisih>R4 (9<7,44), maka dapat disimpulkan nilai tengah kedua dan kelima berbeda secara signifikan. Hal itu berlaku pula dengan nilai tengah keenam dan ketujuh yang berbeda secara signifikan dengan nilai tengah kedua.

Langkah berikutnya bandingkan nilai tengah ketiga dan nilai tengah yang lain. Bandingkan nilai tengah ketiga dan keempat. Selisih nilai tengah ketiga dan keempat= I22,67-26I =3,33. Karena selisih<R2 (3,33<6,88), maka dapat disimpulkan nilai tengah ketiga dan keempat tidak berbeda secara signifikan. lanjutkan membandingkan nilai tengah ketiga dan kelima, Selisih nilai tengah ketiga dan kelima= I22,67-30,67I =8. Karena selisih>R3 (8<7,22), maka dapat disimpulkan nilai tengah ketiga dan kelima berbeda secara signifikan. Hal itu berlaku pula dengan nilai tengah keenam, dan ketujuh yang berbeda secara signifikan dengan nilai tengah ketiga.

Selanjutnya membandingkan nilai tengah keempat dengan nilai tengah yang lain. Bandingkan nilai tengah keempat dan kelima. Selisih nilai tengah keempat dan kelima= I26-30,67I =4,67. Karena selisih<R2 (4,67<6,88), maka dapat disimpulkan nilai tengah keempat dan kelima tidak berbeda secara signifikan. lanjutkan membandingkan nilai tengah keempat dan keenam, Selisih nilai tengah kedua dan keempat= I26-36I =10. Karena selisih>R3 (10<7,22), maka dapat disimpulkan nilai tengah keempat dan keenam berbeda secara signifikan. Hal itu berlaku pula dengan nilai tengah ketujuh yang berbeda secara signifikan dengan nilai tengah keempat.

Berikutnya bandingkan nilai tengah kelima dengan nilai tengah lainnya. Bandingkan nilai tengah kelima dan keenam. Selisih nilai tengah kelima dan keenam= I30,67-36I =5,33. Karena selisih<R2 (4,67<6,88), maka dapat disimpulkan nilai tengah kelima dan keenam tidak berbeda secara signifikan. Bandingkan nilai tengah kelima dan ketujuh. Selisih nilai tengah kelima dan keenam= I30,67-41I =10,33. Karena selisih>R2 (10,33>6,88), maka dapat disimpulkan nilai tengah kelima dan ketujuh berbeda signifikan.

Terakhir bandingkan nilai tengah keenam dan ketujuh. Selisih nilai tengah keenam dan ketujuh= I30,67-36I =5,33. Karena selisih<R2 (4,67<6,88), maka dapat disimpulkan nilai tengah kelima dan keenam tidak berbeda secara signifikan. Bandingkan nilai tengah kelima dan ketujuh. Selisih nilai tengah kelima dan keenam= I36-41I =5. Karena selisih<R2 (5<6,88), maka dapat disimpulkan nilai tengah keenam dan ketujuh tidak berbeda secara signifikan.

4. Beri garis bawah nilai-nilai yang tidak signifikan satu sama lain untuk mempermudah melihat mana saja nilai yang tidak signifikan.

B7

Selesai…..semoga ilmunya bermanfaat ya…

Edited from tugas metstat teori yang dikasih dosen beberapa waktu yang lalu (sekedar ngisi posting blog sebenarnya, tapi gak sempet euy, sibuk sama kuliahSleepy smile )

 

ok sampai ketemu di postingan berikutnyaOpen-mouthed smile