Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

10/30/2013

Senja yang Manis

 

Senja selalu manis menghantar kata yang tak pernah terucap

itu mengapa kau ajak senja diantara kita

hanya keheningan ada diantara bibirmu

senja tapi tak diam, cahayanya merona bak rasamu

 

senja tetaplah senja

pekat akan mengusir senja

sinarnya juga akan terusir sepi

rasa kita hilang  tersisa kerlipan

 

Tahanlah, jangan mengeluhkan senja yang hilang

biarkan senja bersembunyi sesaat

tak kan lama, senja akan muncul dalam nuansa baru

senja akan berganti pagi, dan akan menjadi senja kembali

 

Untuk yang terkasih, seperti senja saat kau berikan padaku, seperti itulah romansa, dia akan melalui siklusnya. Bergeminglah, karena aku akan tetap menunggu senja, hingga ia kembali.

2/04/2013

Rasa dan Logika

 

couple-kid

Awalnya aku mendekap cinta dengan rasa

Lalu saat tiba-tiba ia memaksa pergi

cinta meninggalkan luka dan putus asa

 

Kini aku memberanikan lagi menerima cinta dengan logika

tapi ternyata aku salah

cinta bukan logika tapi ia perpaduan

seperti aku dan kamu

seperti logika dan rasa

 

Maka sekali lagi

ketika cinta mencoba pergi

ada logika yang memaksa mengalah

tapi rasa tak akan pernah rela

5/16/2012

Nikmatnya Ilmu

Malam-malamku untuk merajut ilmu yang bisa dipetik,
menjauhi wanita elok dan harumnya leher
Aku mondar-mandir untuk menyelesaikan masalah sulit,
lebih menggoda dan manis dari berkepit betis nan panjang
Bunyi penaku yang metiari di atas kertas-kertas,
lebih manis daripada berada di belaian wanita dan kekasih
Bagiku lebih indah melemparkan pasir ke atas kertas
daripada gadis-gadis yang menabuh dentum rebana
Hai orang yang berusaha mencapai kedudukanku lewat angannya,
sungguh jauh jarak antara orang yang diam dan yang lain, naik
Apakah aku yang tidak tidur selama dua purnama dan engkau
tidur nyenyak, setelah itu engkau ingin menyamai derajatku

Syair Az-Zamakhsyari

"Sesungguhnya ilmu itu didapat hanya
dengan belajar, dan kesabaran itu diperoleh hanya dengan latihan."

Ayo…ayo Belajar teruuuus Smile fighting!!!

4/14/2012

Pagi

Ini pagi

ketika energi terambil oleh malam yang mati

panjang, hingga pagi melemahkan semua saraf yang kau punya.

 

Ini pagi

emosi seperti menutupi semua aura

terlempar begitu saja

hinga ia bergeming

 

Ini pagi

air mata harus ditahan

agar siang seperti pagi

 

Pagi

seperti cermin hari.

2/14/2012

Pengakuan ‘aku’

Aku seperti seorang gadis kecil yang selalu ingin dipuji

seperti bulan yang tak mau lepas dari matahari

Aku seperti derita dalam kebahagiaan

seperti  emosi yang menyertai perasaan

 

Kamulah orang yang selalu memujiku

Kamu lebih dari sang matahari

Kamulah kebahagiaan anugrah yang Kuasa

Kamulah alasanku menggegam perasaan ini

7/17/2011

Rindu terakhir

rindu

keinginan pulang bersandar pada labuhan

menanggung rintihan keharuan pada pohon waru

di seberang, ibu bapak kerabat bersenang hati

sedang aku menungu angin mambawaku lebih jauh

Ego te requiro, domum festinare

kembali ke tanah kelahiran atau melihat isi dunia

Donec sed dui domum

susah karena hidup selalu sendiri

kungkungan penguasa disini juga tak merelakan aku kembali

tak ada uang , tak ada makanan

sepertinya ibu berpesan pada hujan untuk menjagaku

keinginan pulang bersandar pada labuhan

serasa mimpi yang menakutkan

7/06/2011

UNbreakABLE

kita……..
semoga….

terkuatkan oleh waktu dan masa….
tersatukan oleh kesaksian bumi dan langit ….
dan terabadikan oleh cinta ……

GO

6/19/2011

****

Ketika aku bertanya pada bulan mengenai kelembutan cahayanya

Aku mendapatkan jawabannya

Tapi siang mengintai malam

Cahaya Lembut bulan terganti oleh bintang besar yang kubenci

Aku jadi lupa apa yang diajarkan bulan malam kemarin.

6/09/2011

Di pendar-pendar pulau Bulan*

Senja kala mengantar pancarona hening dalam peraduannya
Ombak selaba terpecah kecil-kecil di pinggiran pantai
Halus merdu bermain Rukun dengan kerikil

Nyaman bersandar di pulau Bulan
Angin menjaga sekalian pulau ini seperti menjaga hamparan pulauku
Biar seribu debu menyerang
Angin memerintahkan laut untuk mematahkannya

Jauh di pelupuk Bulanku sayang
ada tujuh belas ribu lebih pulau lebih yang seindah pulau Bulan
Jauh di lengkung langit Bulanku Cinta
ada dua ratus juta orang berbeda bernyanyi Indonesia Pusaka
Jauh di celah-celah birunya Bulanku
ada banyak...banyak hal yang elok melebihi kedipan bintang yang merayu

Ah...aku tak hiraukan auman serigala
Ah...aku juga biarkan mereka tertawa dulu
Aku kaum pengganti kalian
Memperbaiki Pilar baru tapi dan memperkokoh yang usang
Aku yang akan membuat negeriku nyaman untukku dan kalian

*Pulau Bulan terletak di Segitiga Pertumbuhan Sijori, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia

 

4/20/2011

"kerendahan hati" oleh Taufik Ismail

Puisi di bawah ini merupakan puisi yang dapat dikatakan  kontroversial. Beberapa kalangan penikmat puisi mengatakan bahwa puisi karya Taufik Ismail tersebut merupakan hasil plagiat puisi barat yang diciptakan oleh Dougllas Malloch yang berjudul Be the Best of Whatever You Are, lagipula si penulis Taufik Ali yang disebut-sebut menciptakan puisi di atas pun tak diketahui batang hidungnya untuk menglarifikasi hal itu. Sampai saat ini taufik ismail tak pernah muncul ke publik padahal puisinya menjadi pembicaraan di kalangan sastrawan  (tak hanya karena karyanya yang kontroversial tetapi juga keindahan puisinya yang satu ini). Mungkin beberapa pihak akan merujuk pada sastrawan senior yang bernama Taufiq Ismail yang telah menciptakan karya-karya yang tak perlu diragukan kualitasnya. Nyatanya Taufik Ismail bukanlah Taufiq Ismail. Meskipun keduanya sekilas memiliki kemiripan nama yang sama, ternyata memang orang yang berbeda.
Apapun pendapat orang tentang puisi tersebut, bagi saya, puisi ini mengajarkan untuk menjadi orang yang selalu low profile. tak perlu memaksakan menjadi orang yang besar untuk menjadi besar, cukuplah kita menjadi diri sendiri dan berbuat baik sekecil mungkin untuk dunia. Sadar atau tidak, perbuatan baik sekecil apapun memberi manfaat besar untuk sekitar
"kerendahan hati"  oleh Taufik Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

3/23/2011

….

white rose n violinSatu luka yang tak mungkin hilang

Aku akan mengingat ini seumur hidupku

Bukan karena kehilangannya

Tapi karena memori itu masih terekam jelas

Dan tak dapat kuhapus dengan mudah

Aku belajar banyak

Aku tak ingin memberi cinta semudah aku berikan kemarin

Dan aku akan lebih hampa menerima cinta dari orang lain

Karena sebenarnya aku sendiri

Kebersamaan adalah gembira yang hampa

3/03/2011

I learned from friends

I learned that God sends friends when
we need them the most and every friend
has a special purpose in our lives.

I learned that we often find
new friends in unexpected places.

I learned that despite the distance
between us, a real friendship grows
across the miles.

I learned that though we sometimes
expect someone to kick us down,
a true friend helps us stand back up.

I learned that we should not wait to
express our appreciation for our friends--
if we do, it will be too late.

I learned that we should be open to a
friend's view as two people can look at the
same thing and see something different.

I learned that we should not judge
our friends but respect their
way of life even if we disagree with it.

I learned that we should not only
take the time to talk to our friends,
but we should also listen and try
to understand.
If we can't understand,
we should accept.

I learned that our friends should
always take something good away with
them each time they cross our path.
I learned that friends sometimes
hurt us unintentionally, but we
should forget and forgive.

I learned that friends change
over time and that such change should
be welcomed as it's necessary for growth.
I learned that friends sometimes need
time and space, and we should
be thoughtful and understanding
of their needs.

I learned that you should treat a friend
kindly today, for the people we love the most
are often taken away from us too soon.

I learned that friendship is a candle
that lights our way, and though
it flickers against the
winds of time, distance, and change,
its beauty endures
and shines forever in our hearts.

1/29/2011

Tinggalkan jejak..

Foto000

 

Tinggalkan kata agar aku tau engkau melihatku

Tinggalkan sakura agar indah tak hanya jadi milikmu

Tinggalkan kenangan agar pelangi bisa hadir setiap aku mau

Tinggalkan jejak, jika engkau hilang aku masih punya asa untuk mencarimu

1/06/2011

hurt me

Image0117

Satu luka yang tak mungkin hilang

Aku akan mengingat ini seumur hidupku

Bukan karena kehilangannya

Tapi karena memori itu masih terekam jelas

Dan tak dapat kuhapus dengan mudah

Aku belajar banyak

Aku tak ingin memberi cinta semudah aku berikan kemarin

Dan aku akan lebih hampa menerima cinta dari orang lain

Karena sebenarnya aku sendiri

Kebersamaan adalah gembira yang hampa

12/16/2010

Tak kan tertukar

bartering

Tak pernah kupetik satu dari milyaran bintang

Tak pernah

Ada milikku dan kamu

tak kan pernah tertukar sayang…

Mau kau pilih yang hijau atau yang terang, sama saja

Coba saja kau terbangkan dia ke arahku

Dia hilang malah

Bintangmu

Tak usah tersungkur, lalu kabur

Genggam saja sampai tak kuat

Dekatkan dengan lentera biru

Semuanya..aku, kamu, dia dan mereka sudah punya perkamen sendiri

Semangat

76011_178323955516537_100000168015160_664055_125270_n

Tak ada rumput

Tak ada ilama

mendung, tiba-tiba berkabut

Tanah basah di sekitar pohon mahoni

Tak bisa dibedakan dengan lumpur

Biarkan saja…biarkan kering

Jalan menapak, mendaki

di kiri-kanan jamur barat menyapa

Kemudian pohon jarak memamerkan getahnya

Jalan saja, terus..terus…fokuskan ke ujung

Ada cahaya hitam??

Terus saja, jangan lihat ke belakang

Bekas-bekas jejak langkahnu diikuti harimau kini

Ada gemercik sungai yang kau dengar

Tak usah lena

Teruskan kalau perlu berlari

Bukan bidadari atau surga

Sesuatu yang lebih indah menunggumu di ujung.

Cukup satu di hatiku

Suns

Sumpah, sekarang ada dua matahari

Merendah, panas, tapi keduanya tak ada yang mau pecah

Sinarnya itu kini menembus retina

Satu spektrum, lalu dua

Seorang petani berujar memang

Butuh banyak matahari untuk memaku segala ilalang

Hei…tapi hujan kini bersembunyi

Layang-layang yang hidup di atas jemariku tak lagi lihat pelangi

Sudahlah hentikan

mars, venus, yang lainnya hanya butuh satu yang menghangatkan

Terpendar….jingga akan hilang

Satu bulan lebih baik