11/26/2014

Gema Juang

Prolog : Hari kedua bertugas di kantor baru harus penasaran  sama pelajaran tingkat tiga jaman kuliah dulu, alhasil harus obrak-abrik berkas-berkas lama di email. Berurusan dengan masa lalu selalu saja ada rasa terharu dan malu karena diingatkan dengan kenangan-kenangan lama. Kali inipun saya juga tersenyum- senyum sendiri membongkar berkas-berkas di email, agak tidak percaya dengan tugas-tugas kuliah  setumpuk yang berhasil saya selesaikan, yang lebih mengejutkan lagi saya menemukan berkas puisi amatiran yang saya coba-coba kirimkan ke media, siapa tahu saja dimuat. Yah namanya juga amatir, jelas saja tidak dimuat. Well, it's okay, saya toh tidak terlalu peduli penilaian orang, yang penting khan sudah berusaha mencoba. daripada dianggurin, mending puisi ini dipajang di-blog sendiri, siapa tahu ada yang juga senyum senyum geli sendiri membaca puisi amatiran saya :)

Puisi ini dikhususkan untuk saya yang baru saja pindah tugas ke daerah tertinggal (menurut saya sih), selamat berjuang, suatu hari nanti akan ada cerita yang akan kau lahirkan di tempat rantau yang baru.



Gema Juang

Tak ada rumput
Tak ada ilama
mendung, tiba-tiba berkabut
Tanah basah di sekitar pohon mahoni
Tak bisa dibedakan dengan lumpur
Biarkan saja…biarkan kering
Jalan menapak, mendaki
di kiri-kanan jamur barat menyapa
Kemudian pohon jarak memamerkan getahnya
Jalan saja, terus..terus…fokuskan ke ujung
Ada cahaya hitam??
Terus saja, jangan lihat ke belakang
Bekas-bekas jejak langkahmu diikuti harimau kini
Ada gemercik sungai yang kau dengar
Tak usah lena
Teruskan kalau perlu berlari
Bukan bidadari atau surga
Sesuatu yang lebih indah menunggumu di ujung.

9/08/2014

Referensi untuk Menghafal Ayat-Ayat Mutasyabihat


Salah satu kesulitan yang ditemui  dalam proses menghafal Al-Quran Al-Karim adalah menghafalkan ayat-ayat yang memiliki kesamaan atau kemiripan lafadz, sehingga saat menghafal maupun murojaah menyebabkan tertukarnya ayat yang satu dengan ayat yang lain.  Ini juga hal yang saya alami saat  awal belajar menghafal juz 30. Sangat susah rasanya menghafal ayat ayat pendek yang hampir mirip satu sama lain, terlebih lagi ayat tersebut muncul lagi di surat yang lain.

Setelah membaca buku motivasi menghafal Al-Quran  karya  Yahya Abdul Fattah Az-Zawawi (Al-Hafizh) Yang berjudul  "Revolusi Menghafal Al-Qur’an. Cara Menghafal, Kuat Hafalan dan Terjaga Seumur Hidup"(1) 

dimana buku tersebut merupakan buku yang merupakan hasil riset penulisnya mengajar Al-Qur'an selama 40 tahun, saya menjadi tahu bagaimana langkah langkah menghafal Al-Quran, mulai dari apa keutamaan menjadi penghafal Al-Qur'an hingga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh penghafal Qur'an. Di dalam buku ini terdapat satu bab khusus mengenai ayat-ayat mutasyabihat. Ternyata terdapat 2000 ayat dalam Al-Quran yang sama dari segi lafadzhnya (berarti kurang lebih hampir sepertiga dari jumlah ayat Al-Qur'an). Ayat ayat yang mirip dari segi lafadzh tersebut disebut dengan ayat mutasyabihat.

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang... (QS: Az-Zumar-23)

Contoh ayat Mutasyabihat dapat dilihat di contoh ayat mutasyabihat

ayat ayat mutasyabihat sebenarnya memberikan kemudahan bagi penghafal Qur'an karena hampir sepertiga ayat di Al-Qur'an hampir sama dari segi lafadzh, sehingga ayat yang dihafalkan lebih mudah karena berulang-ulang. Namun di sisi lain hal tersebut juga menjadi tantangan bagi penghafal Qura'n saat menyetor ataupun murojaah, karena bisa jadi terjadi kesimpangsiuran atau terhenti untuk mengingat ayat selanjutnya. Untuk memudahkan masalah tersebut yahya Abdul Fattah Az-Zawawi (Al-Hafizh)  menyusun satu buku lagi yang berjudul "Dalil Al-Huffadz fi Mutasyabih Al-Lahfz" yang berisi kumpulan ayat-ayat Mutasyabihat disertai tanda-tandanya. Buku ini diharapkan penulisnya dapat membantu menguatkan hafal ayat-ayat Mutasyabihat. 

Saya sudah berusaha mencari buku ini , karena saya yakin buku ini nantinya sangat berguna bagi proses menghafal saya. Saya mencari di  toko-toko buku online dalam negeri sama seperti sebelumnya saya mencari buku beliau Revolusi Menghafal Al-Qur’an. Tapi saya tidak menemukan sama sekali ada yang menjual buku Dalil Al-Huffadz fi Mutasyabih Al-Lahfz. Ketika mencari versi e booknya barulah saya menemukannya.Hm....saya tau, mungkin buku ini belum diterjemahkan di dalam negeri sehingga memang tidak ada yang menjual buku ini di dalam negeri. Sayangnya, bagi orang awam seperti saya yang sama sekali tidak tahu tentang bahasa Arab buku ini sangat susah dimengerti, e-book yang saya temukan ditulis dengan menggunakan tulisan dan bahasa arab, untuk mempelajarinya saya terpaksa meraba-raba isi dalam buku tersebut. Bahkan untuk mencarinya di google pun tidak ditemukan hasilnya bila ditulis dalam tulisan latin, harus dalam tulisan Arab.  Berikut e -book dapat diunduh di Dalil Al Huffadz Al Mutasyabih Al Lahfz

saya berharap jika ada seseorang yang paham bahasa arab membaca tulisan ini atau penerjemah buku beliau sebelumnya dapat berbaik hati menerjemahkan buku tersebut, sehingga buku tersebut memudahkan menghafal Al-Qur'an.

(1) diterjemahkan dari buku  yang berjudul 'Khairu Mu'in Fi Hifzhi Al Quran Al Karim


8/18/2014

syukron ya Ummi :)

Alkisah, pagi ini menimbang-nimbang mau pindah kos, ke kos yang jauh lebih bagus, lingkungannya lebih bersih,  fasilitas yang lebih lengkap tv 31 inch, kulkas, dapur (aaa....dapur dan kulkas, selama ini jarang mengolah ketrampilan masak memasak karena di kos yang sekarang g ada faisilitas itu, hikz...hikz) dan  jauh lebih murah (ini juga poin penting, dengan haga yang jauh lebih murah tapi fasilitas lebih lengkap, siapa yang tidak berminat?). Tapi dasar aku yang masih berpikiran sempit, hanya liat dari sisi positifnya  lupa sama satu hal yang penting. Setelah menceritakan ke ibu sekalian meminta doa restu dan pendapat akan pindah kos, ibu langsung ngingetin sesuatu, "jangan ah, ada anjingnya, nanti kalo kamu berdoa g dikabulkan gimana?. Yups, ibu kos tersebut non islam dan punya anjing peliharaan.

Rasulullah bersabda: “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar(patung).” (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad. Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

menurut para ulama tidak ada masalah apabila memelihara anjing untuk manfaat-manfaat ril seperti menjaga rumah-rumah, untuk keperluan berburu atau untuk keperluan-keperluan baru seperti melacak bahan-bahan peledak, NARKOBA dan juga operasi-operasi SAR ketika terjadi  bencana-bencana alam. Namun apabila semata-mata untuk bersenang-senang menyalurkan hobi tanpa manfaat yang berarti maka perbuatan ini akan menyebabkan sebagian ibadah tidak diterima.
*peluk ibu :)

sumber :  http://kerajaandomba.wordpress.com/category/hadist-shahih/