3/23/2011

Mencari Kebahagiaan

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.

Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.

Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha  meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jika berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

….

white rose n violinSatu luka yang tak mungkin hilang

Aku akan mengingat ini seumur hidupku

Bukan karena kehilangannya

Tapi karena memori itu masih terekam jelas

Dan tak dapat kuhapus dengan mudah

Aku belajar banyak

Aku tak ingin memberi cinta semudah aku berikan kemarin

Dan aku akan lebih hampa menerima cinta dari orang lain

Karena sebenarnya aku sendiri

Kebersamaan adalah gembira yang hampa

3/03/2011

I learned from friends

I learned that God sends friends when
we need them the most and every friend
has a special purpose in our lives.

I learned that we often find
new friends in unexpected places.

I learned that despite the distance
between us, a real friendship grows
across the miles.

I learned that though we sometimes
expect someone to kick us down,
a true friend helps us stand back up.

I learned that we should not wait to
express our appreciation for our friends--
if we do, it will be too late.

I learned that we should be open to a
friend's view as two people can look at the
same thing and see something different.

I learned that we should not judge
our friends but respect their
way of life even if we disagree with it.

I learned that we should not only
take the time to talk to our friends,
but we should also listen and try
to understand.
If we can't understand,
we should accept.

I learned that our friends should
always take something good away with
them each time they cross our path.
I learned that friends sometimes
hurt us unintentionally, but we
should forget and forgive.

I learned that friends change
over time and that such change should
be welcomed as it's necessary for growth.
I learned that friends sometimes need
time and space, and we should
be thoughtful and understanding
of their needs.

I learned that you should treat a friend
kindly today, for the people we love the most
are often taken away from us too soon.

I learned that friendship is a candle
that lights our way, and though
it flickers against the
winds of time, distance, and change,
its beauty endures
and shines forever in our hearts.