3/19/2015
2/04/2015
random
عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Hadist ini selalu saya ingat, dan ketika waktu saya terbuang percuma tanpa ada hasil sama sekali, rasanya saya ingin sekali mencela diri saya sendiri, Allah, ampuni hamba, mudahkanlah segalanya.
12/30/2014
Berakhir Syahid atau Khusnul Khotimah?
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ..
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung”. (QS. Al-Imron:185)
Datangnya kematian bagi setiap Makhluk-Nya adalah suatu hal yang pasti, terkadang saya berpikir banyak hal tentang kematian, tentang bagaimana rasanya mati, tentang nasib kehidupan seseorang setelah kematian dan tentang ujung kehidupan saya sendiri apakah berakhir di surga ataukah neraka. Apalagi ketika rehat dari kesibukan dunia lalu diingatkan dengan masa hidup manusia yang terbatas, ah saya benar benar merasa ada di titik terlemah ketika mengingat kematian.
Setiap orang pastilah tidak mau jika pada akhirnya harus menjadi penduduk neraka, lalu bagaimana caranya agar dapat menjemput surga? Jawaban pada umumnya adalah mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sanggupkah?, berat tentu untuk menjemput surga dengan cara seperti itu.Lalu adakah jalan ke surga dengan cara yang mudah?. Saya teringat penduduk Syam yang sedang berjuang melawan rezim zionis, betapa tidak jarangnya kita temukan beberapa dari mereka meninggal dengan tersenyum, melihat surgakah?, irinya saya dengan para syuhada tersebut.
Menjadi syahid mungkin menjadi salah satu jalan masuk surga, apa iya saya harus ikut berjihad ke bumi Syam untuk menjemput Surga saya? berjuang atas nama agamapun, tidak semudah yang dilihat, lalu harus bagaimana caranya agar mendapatkan gelar syuhada?
Merujuk pada hadits, dari Jabir bin Atik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk Abdullah bin Tsabit, ketika itu beliau sedang pingsan karena sakit. Di tengah-tengah itu, ada orang yang menyinggung masalah mati syahid. Lalu Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang kalian anggap sebagai mati syahid?”
Merekapun menjawab, ‘Orang yang mati di jalan Allah.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan pengarahan,
الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ
“Mati syahid ada 7 selain yang terbunuh di jalan Allah: Orang yang mati karena thaun1, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena ada luka parah di dalam perutnya, syahid. Orang yang mati sakit perut, syahid. Orang yang mati terbakar, syahid. Orang yang mati karena tertimpa benda keras, syahid. Dan wanita yang mati, sementara ada janin dalam kandungannya.” (HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan al-Albani).
Setelah membaca hadist itu saya jadi bersyukur tidak bisa berenang, mungkin saya berpeluang untuk menjadi syuhada dengan jalan itu *asal tidak sengaja meninggal menenggelamkan diri aja, mati konyol jadinya. Sebagai seorang perempuan saya pikir ada satu cara untuk bisa menjadi syuhada tanpa berjihad seperti yang disebutkan di atas,
“………Dan wanita yang mati, sementara ada janin dalam kandungannya”
bagaimana dengan wanita yang meninggal karena melahirkan?
dalam HR. Ahmad dalam musnadnya 15998, Syaikh Syuaib Al-Arnauth menilai hadis ini: Shahih li Ghairih2, Rasulullah SAW bersabda:
، القتل في سبيل الله عز وجل شهادة ، والطاعون شهادة ، والغرق شهادة ، والبطن شهادة ، والنفساء يجرها ولدها بسرره إلى الجنة
Orang yang mati berjihad di jalan Allah, syahid, orang yang mati karena Tha’un, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena sakit perut, syahid. Dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik oleh anaknya menuju surga dengan tali pusarnya
Ok, mungkin saya harus berdoa mulai dari sekarang agar saya diwafatkan saat sedang melahirkan, agar menjadi syuhada juga . Sebelum itu ada baiknya saya bertanya ke calon suami apakah boleh saya berdoa yang demikian, bukan tanpa pikir panjang, ketika menikah nanti dan berdoa seperti itu, saya tau ada resiko yang harus ditanggung keluarga terlebih lagi suami dan anak-anak, kehilangan sosok istri dan ibu yang menjaga mereka nanti.
Aku : Hubby, aku boleh gak berdoa sesuatu, aku sempet mikir mau berdoa biar meninggal pas aku lagi ngelahirin, khan termasuk syahid meninggalnya, boleh gak Hubby?
Hubby: Gak Boleh, mati itu urusan Allah. Kita g boleh minta meninggal pas ngelahirin, kecuali berdoa semoga meninggalnya khusnul khotimah.
Lalu terdiam setelah membaca sms itu. Ah iya satu hal yang saya lupakan, Hanya Allah yang berhak menentukan bagaimana takdir seseorang, setiap orang sudah memiliki takdirnya masing-masing,apakah ditakdirkan menjadi syuhada, atau ditakdirkan menjadi yangg lain. bagaimanapun cara meninggalnya, tak harus menjadi syahuda ketika mengharap surga, berdoalah meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
Allah Ta’ala berfirman tentang orang yang diwafatkan dalam keadaan baik dan termasuk orang-orang berbahagia:
الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS. An-Nahl: 32).
Lalu bagaimanakah agar meninggal khusnul Khotimah? Berdoa pada Allah agar Allah menurunkan taufik dan rahmatnya pada kita agar disegerakan berbuat baik terlebih ketika dekat dengan ajal.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله فقيل كيف يستعمله يا رسول الله ؟ قال يوفقه لعمل صالح قبل الموت
“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan mempekerjakannya. Para sahabat bertanya: Bagaimana Allah akan mempekerjakannya?.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah akan memberikan taufik kepadanya untuk beramal shalih sebelum ia meninggal dunia”. (HR. Ahmad (12036) dan Thirmidzi (2142) dan dishohihkan oleh Al-Hakim, Dhiya' Al-Maqdisi, Al-Arna'ut dan Al-Albani).
Mari bersama sama terus berdoa meminta pada-Nya semoga kita menjadi ahli surga diiringi pula dengan berusaha berproses menjadi hamba-Nya yang baik. Wallahu a’lam bisshawab.
1. Wabah penyakit
2. Hadis yang sahihnya kerana diperkuat dengan keterangan lain
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/wanita-yang-mati-karena-melahirkan-syahid/
http://muslimafiyah.com/meninggal-karena-operasi-caesar-termasuk-syahid-melahirkan-bagi-wanita.html
http://abuutsman.blogspot.com/2013/09/semoga-kita-meninggal-dalam-keadaan_6927.html
12/22/2014
FARE'UNWELL'
Allah terima kasih atas anugrah yang kau berikan, lima tahun yang indah, orang-orang yang baik yang Kau takdirkan mengisi hari hari di perantauan, dan terima kasih atas segala pelajaran yang Kau sisipkan di setiap kejadian yang Kau hadirkan selama ini. Terima Kasih Ya Rabb. Jagalah mereka Ya Allah, sahabat, saudara, dan teman teman hamba, jagalah mereka di tempat mereka yang baru, berkahilah kehidupannya, dan pertemukan kami kembali Ya Allah dalam keadaan yang lebih baik. Pertemukan kami di Surga-Mu nanti.
11/26/2014
Gema Juang
9/08/2014
Referensi untuk Menghafal Ayat-Ayat Mutasyabihat
dimana buku tersebut merupakan buku yang merupakan hasil riset penulisnya mengajar Al-Qur'an selama 40 tahun, saya menjadi tahu bagaimana langkah langkah menghafal Al-Quran, mulai dari apa keutamaan menjadi penghafal Al-Qur'an hingga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh penghafal Qur'an. Di dalam buku ini terdapat satu bab khusus mengenai ayat-ayat mutasyabihat. Ternyata terdapat 2000 ayat dalam Al-Quran yang sama dari segi lafadzhnya (berarti kurang lebih hampir sepertiga dari jumlah ayat Al-Qur'an). Ayat ayat yang mirip dari segi lafadzh tersebut disebut dengan ayat mutasyabihat.
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang... (QS: Az-Zumar-23)
Contoh ayat Mutasyabihat dapat dilihat di contoh ayat mutasyabihat
saya berharap jika ada seseorang yang paham bahasa arab membaca tulisan ini atau penerjemah buku beliau sebelumnya dapat berbaik hati menerjemahkan buku tersebut, sehingga buku tersebut memudahkan menghafal Al-Qur'an.
(1) diterjemahkan dari buku yang berjudul 'Khairu Mu'in Fi Hifzhi Al Quran Al Karim
8/18/2014
syukron ya Ummi :)
Rasulullah bersabda: “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar(patung).” (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad. Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)
menurut para ulama tidak ada masalah apabila memelihara anjing untuk manfaat-manfaat ril seperti menjaga rumah-rumah, untuk keperluan berburu atau untuk keperluan-keperluan baru seperti melacak bahan-bahan peledak, NARKOBA dan juga operasi-operasi SAR ketika terjadi bencana-bencana alam. Namun apabila semata-mata untuk bersenang-senang menyalurkan hobi tanpa manfaat yang berarti maka perbuatan ini akan menyebabkan sebagian ibadah tidak diterima.
*peluk ibu :)
sumber : http://kerajaandomba.wordpress.com/category/hadist-shahih/
5/08/2014
Lagi Haid, tapi gak mau jauh dari Al-Qur'an....nah
Hukum asal membaca Al-Qur'an sendiri adalah dibolehkan asal tetap menjaga adab dan kesucian untuk memuliakan Al-Qur'an.
“Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfudz), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan,” (Al-Waqi’ah: 77-79).
Dan Rasulullah beersabda:
“Janganlah kamu menyentuh Al-Qur'an kecuali kamu dalam keadaan suci dari hadats,” (HR Ad-Daruquthni: 1/23, hadist shahih).
Bahkan, Ibnu Taimiyyah dan sebagian ulama Mazhab Maliki berpendapat bahwa wanita yang sedang haid boleh menyentuh mushaf Al-Qur'an jika dalam keadaan mendesak, seperti untuk menghafal agar tidak lupa atau untuk belajar dan mengajar.
Ulama Al Lajnah Ad Daimah lil Ifta' berkata :' Bagi wanita haid boleh membaca Al-Qur'an dengan hafalan tanpa memegang mushaf secara langsung, dikarenakan ada sebaba yang mengharuskan untuk membaca agar tidak lupa dengan hafalannya" (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah: 4/232)
Syikh bin Baz Rahimahulloh berkata: "bagi wanita haid dan nifas boleh membaca Al-Qur'an dengan hadfalan, karena jangka waktu keduanya lama (dikhawatirkan lupa), dan sedangkan diqiyaskan dengan junub itu kurang tepat, maka dari itu bagi seorang murid tidak mengapa membaca Al-Qur'an, begitu juga pengajar ketika ujian maupun tidak. Membaca hafalan tanpa memegang mushaf, tetapi jika mengharuskan keduanya memegang mushaf maka tidak mengapa dengan syarat menyentuhnya dengan alas" (majmu' fatawa ibn baz: 6/360).
Syaikh ibn utsaimin rahimahulloh berkata: "bagi wanita haid dibolehkan membaca Al-Qur'an baik dengan tafsir maupun bukan tafsir jika dikhawatirkan hafalannya lupa. Jika membaca dengan tafsir tidak disyaratkan dalam keadaan suci, tapi jika mmebacanya bukan dengan tafsir (mushaf) maka hendaklah antara dia dan mushaf ada alas (pembatas) seperti sapu tangan, sarung tangan atau sejenisnya, karena wanita yang sedang haid dan begitu juga orang yang belum suci tidak diperbolehkan baginya menyentuh mushaf" (fatwa nuur 'ala Ad darb, Ibn 'Utsaimin 27/1/123)
Berdasarkan hal itu maka dibolehkan bagi murid yang sedang haid untuk menghafal Al-Qur'an meskipun ia dalam keadaan haid karena ini adalah keadaan yang mendesak. Namun, untuk keluar dari perbedaan pendapat ulama maka sebaiknya tidak menyentuh mushaf atau jika menyentuh harus ada penghalang sehingga ia tidak menyentuh mushaf itu secara langsung.
http://www.ustadzfarid.com/2011/08/apakah-orang-berhadast-boleh-membaca-al.html
